Thursday, 7 January 2016

Perayaan Tahun Baru Part 1

Wohoooo!! Santa is coming to town!!

Bulan Desember kayaknya  selalu jadi bulan yang ditunggu-tunggu seluruh insan perkantoran (atau cuma gue doang ^.^), soalnya setelah capek kerja pergi pagi pulang malem, kita bisa liburan atau ambil cuti bablas sampe taun baru. Hahaha
Dan parahnya lagi semua mall kayaknya end year sale deh, mana THR dapetnya pas lebaran lagi. hufffff

Dan jadilah udah 2 tahun ini gue selalu ambil cuti di tanggal 29 Desember dan bablas sampe awal Januari.

Memasuki tahun 2015 kemarin gue sekeluarga (minus Bokap) plus sang kekasih memilih kota Batu, Malang jadi destinasi liburan kami. Dan tempatnya seru banget, dingin, sejuk, adem ayem, pokoknya good vibe deh.

Di hari pertama disana, kita ke Museum Angkut. Buat pecinta otomotif-otomotif jadul dan beberapa sejarah dunia, wajib deh kesana. Apalagi disana dibuat plot yang seakan- akan kita lagi keliling dunia. Dimulai dari Indonesia, trus Inggris, Paris, Jerman dan masih banyak lagi :))

Gangster Town





Berasa foto di depan broadway dan tembok Jerman :))

Terus hari kedua, kita main ke Selecta, disana lebih ke wisata alam sih karena banyak bunga bunga ulalala...:D Tempatnya hampir kayak Taman Bunga Nusantara versi mini. Pokoknya ga ada salahnya deh kesana, suasananya adem dan pasti foto-foto akan terlihat semarak haha.












berasa syuting film Heart, tapi pake bebek :p














Berhubung itu tepat tanggal 31 Desember, malemnya kita (tanpa sang Mama- re: berarti harus bayarin Adek-adek makan) pergi ke Batu Night Spectacular (BNS) di kawasan Jatim Park. Sesuai dengan namanya, ini tempat emang beneran spektakuler sih, dan bagusnya kesini itu pas malem, karena banyak lampion-lampion dengan lampu-lampu yang bikin pengen selfie terus. :D
Ga cuma itu disana juga ada berbagai wahana yang bisa dinaikin kalo pada berani. Pacar gue nyobain wahana yang berasa ga ada gravitasi di dalemnya, jadi orang-orang di dalam pada kejungkir- jungkir, kepala di bawah kaki di atas hha. Dan setelah keluar dari situ, dia jakpot, untung gue ga ikutan wkwkwk. 







Lucu kan. Disana gue ngerasa kayak di fairytale banget sih (lebay).

Hari ketiganya, kita berbondong-bondong ke kebun binatang yang ada di Jatim Park II (kalo ga salah). Nah, untuk yang udah punya anak ada baiknya tuh diajak kesana sambil wisata edukasi dan sekaligus mendukung Visit Indonesia hha
Disana ada berbagai macem hewan dari yang paling imut cimit sampe gede gede. Ada juga binatang-binatang yang gue baru notice kalo mereka ada di dunia ini, senangnya pengetahuan bertambah :')


gue lupa nama makhluk ini apa, but this is so cute overload . Dia suka berdiri terpaku freeze selama beberapa lama gtu trus main lagi. Gemasss :))



And i love this spot too, bahtera ini menggambarkan bahtera nabi Nuh kala itu. Amazing grace :')

Walaupun gue suka kucing, tapi gue tetep gemeter megang kucing gede ini 

Tuesday, 15 January 2013

Wanprestasi



 WANPRESTASI

A.   Tinjauan Umum Mengenai Wanprestasi
1.      Definisi Wanprestasi
Salah satu sumber perikatan adalah perjanjian, dengan demikian perjanjian melahirkan perikatan. Perjanjian yang dibuat harus memperhatikan empat syarat utama yang ditetapkan oleh Pasal 1320 KUH Perdata agar dapat dikatakan sah, yaitu :
1.        Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
2.        Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
3.        Suatu hal tertentu
4.        Suatu sebab yang halal
Perikatan menurut Subekti adalah :
“Suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.”

Menurut Pasal 1234 KUH Perdata ada tiga macam perikatan, yaitu :
1. Perikatan untuk berbuat sesuatu
2. Perikatan untuk menyerahkan sesuatu
 3. Perikatan untuk tidak berbuat sesuatu
Berdasarkan pengertian dari Subekti, maka dalam suatu perikatan akan menimbulkan prestasi (kewajiban) dan kontraprestasi (hak).
Prestasi adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh debitur yang merupakan hak dari kreditur untuk melakukan penuntutan terhadap prestasi tersebut.[1] Prestasi terdapat dalam perjanjian sepihak artinya prestasi itu hanya ada pada satu pihak  ataupun dalam perjanjian timbal balik, bahwa masing-masing pihak mempunyai prestasi yang harus dipenuhi.
Menurut kamus hukum, wanprestasi berarti kelalaian, kealpaan, cidera janji, tidak menepati kewajibannya dalam perjanjian.[2] Adapun seseorang debitur dapat dikatakan teah wanprestasi ada 4 macam yaitu :
1.  Sama sekali tidak memenuhi prestasi
2.  Tidak tunai memenuhi prestasi
3.  Terlambat memenuhi prestasi
4.  Keliru memenuhi prestasi
2.      Akibat Hukum Wanprestasi
Pada umumnya, suatu wanprestasi baru terjadi jika debitur dinyakatakan telah lalai untuk memenuhi prestasinya, atau dengan kata lain wanprestasi ada kalau debitur tidak dapat membuktikan bahwa ia telah melakukan wanprestasi itu di luar kesalahannya atau karena keadaan memaksa. Apabila dalam pelaksanaan pemenuhan prestasi tidak ditentukan tenggang waktunya, maka seorang kreditur dipandang perlu untuk memperingatkan debitur agar ia memenuhi kewajibannya, yang disebut somasi.
Somasi harus diajukan secara tertulis yang menerangkan apa yang dituntut, atas dasar apa, serta pada saat kapan diharapakan pemenuhan prestasi. Hal ini beruna bagi kreditur apabila ingin menuntut debitur di muka pengadilan. Dalam gugatan inilah somasi menjadi alat bukti bahwa debitur betul-betul telah melakukan wanprestasi.
Berdasarkan adanya wanprestasi tersebut, maka kreditur dapat menuntut debitur melaksanakan prestasi, ataupun kreditur dapat meminta debitur membayar ganti rugi kepada kreditur. Kreditur juga dapat meminta keduanya, yaitu pemenuhan prestasi beserta ganti rugi. Ganti kerugian yang dapat dituntut oleh kreditur kepada debitur yaitu :
a.  Kerugian yang telah dideritanya, yaitu berupa penggantian biaya-biaya kerugian.
Kerugian adalah berkurangnya harta kekayaan disebabkan adanya kerusakan atau kerugian.
b.  Keuntungan yang sedianya akan diperoleh, seperti yang tertera dalam Pasal 1246 KUH Perdata, yang ditujukan kepada bunga-bunga.
Bunga-bunga adalah keuntungan yang akan dinikmati kreditur.
Menurut Pasal 1249 KUH Perdata ditentukan bahwa penggantian kerugian yang disebabkan wanprestasi hanya ditentukan dalam bentuk uang. Dewasa ini, menurut para ahli dan berdasarkan yurisprudensi, kerugian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :[3]
a.  Ganti rugi materiil
Suatu kerugian yang diderita kreditur dalam bentuk uang, kekayaan atau benda.
b.  Ganti rugi imateriil
Suatu kerugian yang diderita oleh kreditur yang tidak bernilai uang, seperti rasa sakit, mukanya pucat dan lain-lain.


[1] Sri Soesilowati Mahdi, Surini Ahlan Sjarif, Akhmad Budi Cahyono, Hukum Perdata (Suatu Pengantar), Gitama Jaya, Jakarta, hlm 150.
[2] P.N.H Simanjuntak, Pokok-pokok Hukum Perdata Indonesia, Penerbit Djambatan, Jakarta, 1999, hlm 339.
[3] Salim HS, Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW), Sinar Grafika, Jakarta, 2005, hlm 182.